Minggu, 20 Mei 2012

Bogor, 19 Mei 2012


3 bulan telah berlalu, begitu banyak hal yang telah saya lakukan selama 3 bulan terakhir ini, ehm bisa dibilang 3 bulan yang cukup berat bagi saya. Mengapa? Karena saya harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, dengan aktivitas dan orang-orang baru pula. Selama 3 bulan lebih ini saya melakukan proses magang, proses yang harus dilalui di semester 6 demi memenuhi Tugas Akhir.


Bersama kelimabelas teman lainnya saya magang di RSAB HK, selama magang itulah saya bersama keempat teman (disini saya akan menyebut mereka dengan sebutan ‘sahibul slipi’ :P) memutuskan untuk ngekos disekitar RS, dengan harapan agar kami tidak terlambat datang, mengingat di RS tersebut jam masuk kerjanya yaitu jam 7 alasan lain agar kami tidak capek dan masih sempat mengerjakan semua laporan.


Di minggu pertama hingga minggu ketiga, saya masih mencoba beradaptasi dengan aktivitas baru, yaitu sebagai mahasiswa magang disebuah RS. Di minggu-minggu inilah saya terus saja mengeluh dan mengeluh, merasa bosan dan ingin kembali ke masa kuliah seperti biasa. Kemudian di minggu berikutnya, saya mulai terbiasa dengan aktivitas magang tapi saya mulai disibukan dengan laporan, laporan dan belum juga menemukan masalah yang akan saya angkat.

Selama saya mengalami kendala dalam pembuatan tugas akhir, saya terus saja berkeluh kesah dengan kelima teman saya. Saya termasuk orang yang tidak bisa menutupi apa yang saya rasakan, jadilah mereka (sahibul slipi) ‘kecipratan’ untuk denger semua cerita saya, entah itu masalah Tugas Akhir (TA) atau masalah orang di ruangan. Pernah suatu kali, saya stuck dengan isi TA, saya ga tau lagi harus nulis apa, dan di 2 minggu terakhir magang, isi TA masih terus direvisi pembimbing lapangan. Saat itulah saya drop, kesel dan merasa bodoh banget, saya yang udah ga tahan lagi menceritakan semuanya ke sahibul slipi dan seorang teman yang juga dekat dengan saya, Alhamdulillah setelah saya menceritakan semuanya dan mereka juga memberi saran, saya bisa tenang. Kemudian saya menyadari, setiap doa yang saya panjatkan ketika saya drop dan merasa sangat bodoh, sebenarnya Allah telah memberi jalan dan kemudahan melalui mereka, teman-teman yang selalu mendengar keluh kesah saya, ga peduli apa mereka bosan dengan keluhan-keluhan saya atau ngga, tapi mereka selalu mau membantu dan memberi solusi.


Kini, 3 bulan telah berlalu. Kami telah melewati masa-masa dimana harus mulai beradaptasi dengan kebiasaan yang baru, dengan orang-orang baru hingga kami mengenal mereka dan cukup dekat dengan orang-orang ditempat kami magang. Kami telah melewati masa dimana kami berkutat dengan tugas dan selama dikosan kami saling menguatkan untuk tidak tertidur, karena masih banyak tugas yang belum terselesaikan. Kami yang saling menguatkan ketika salah satu dari kami sakit. Kami yang selalu sibuk sms dan saling menelepon ketika jam istirahat untuk janjian ke kantin. Kami yang saling memberi ‘kode’ ketika ada dokter muda yang kece. Kami yang selalu berbagi cerita tentang kejadian yang terjadi di ruangan kami masing-masing.


Yap, semuanya berlangsung begitu cepat 3 bulan 2 minggu,tak terasa semuanya telah usai. Kami berlima belas telah melalui tahap presentasi yang Alhamdulillah berjalan dengan lancar, dan sekarang saya siap untuk melanjutkan langkah saya, menjalankan tujuan awal, membahagiakan orang tua. Satu hal lagi, saya senang menemukan teman, little family seperti sahibul slipi. You guys are rockin yeaaah \m/

XOXO ^3^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar