Beberapa teman mengeluh karena, palnning mereka adalah melanjutkan kuliah tahun dpn, begitu pun dengan saya. 2 tahun, itu adalah target maksimal saya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, dan rencana saya yaitu tahun depan udh bisa lanjut ekstensi FKM entah itu di UI atau swasta. Sebenarnya bisa aja diusahain kerja sambil kuliah, tapi saya ga yakin bisa dan sanggung untuk melakukan keduanya disaat yang bersamaan, mengingat sistim kerja saya shift. Seketika, rencana yang udah tersusun rapih di otak buyar begitu aja, rencana untuk bisa kerja diselingi les conversation selama setahun, lalu lanjut kuliah, lalu cari lowongan kerja di perusahaan besar, resign dr kerjaan lama, lulus sebagai S1 fkm, bisa bantu keluarga, dapet jodoh yang oke lahir batin dan hidup dengan bahagia. Happily ever after.
Hidup seperti di dunia dongeng seperti itu emang terasa begitu indaaah banget bahkan terlalu mudah untuk dibayangkan. Tapi, namanya hidup ga selalu berjalan mulus sesuai rencana, untuk mencapai happily ever after ga bisa instan, bahkan cerita dongeng cinderella sekalipun harus melalui masa-masa disiksa ibu dan saudara tiri sebelum akhirnya bertemu pangeran kaya plus tampan dan akhirnya happily ever after.
Diperjalanan pulang kemarin sore, saya terus memikirkan hal itu, ikatan dinas 2 tahun yang memberatkan saya untuk bisa kuliah lagi dan mencari pekerjaan di perusahaan besar. Saya terus memikirkan sesuatu positif yang saya daptkan kalau saya menandatangani kontrak tersebut, 2 tahun, waktu yang ga sebentar dalam pikiran saya saat ini. Tapi, saya terus mencoba berpikir positif, saya mencoba tidak berpikir instan untuk bisa happily ever after. 2 tahun lagi umur saya pun masih cukup muda, 22 tahun, masih panjang perjalanan saya untuk bisa mencapai goal tsb. Seperti buku yang baru aja saya baca, dengan pengarang Iwan Setyawan, ia butuh waktu 10 tahun untuk bisa mecapai goal nya, 10 tahun buah hasil dari usaha yang keras, dari nol. Saya, bisa aja 10tahun lagi udah bisa mencapai goal tsb. Mungkin aja 10 thn lagi, saya udah mendapat gelar S1 fkm dan punya rencana untuk melanjutkan ke S2. Lalu saya sudah bekerja di perusahaan besar atau mungkin sudah memulai bisnis, sudah menikah dan punya 1 orang anak, sudah bisa membiayai orang tua pergi haji bahkan haji bersama orang tua dan suami, sudah menyelesaikan tugas membantu biaya kuliah sepupu-sepupu di jawa, sudah bisa menginjakan kaki di negara adikuasa, negara gingseng dan beberapa negara eropa lain.
Semua itu memang cuma bayangan untuk 10 tahun kedepan aja, selagi bermimpi masih gratis apa salahnya untuk bisa bermimpi setinggin-tingginya. Tapi yang harus diingat semuanya perlu usaha, kerja keras, doa tanpa putus, dan semua itu tidak bisa didapakan secara instan. Maka dari itu setelah dipikirin mungkin ini pintu untuk menuju mimpi itu. Setelah dikonsultasikan dengan orang tua, Bismillah, dan siang tadi saya sudah menandatangani kotrak kerja tersebut. 2 tahun? insyaallah bisa dijalani dengan banyak manfaat :)