Jumat, 24 Juni 2011

Ternyata Mimpi ini Belum Menjadi Nyata

Malam ini, 23 Jun. 11, saya hampir saja membuat mimpi menjadi kenyataan, sebuah mimpi besar yang sangat saya inginkan. Sangat, sangat.

Sekitar jam 8 malam saya update twitter, seperti biasa saya menulis update-an yg isinya antah-berantah. Saya baca-baca timeline sebelumnya daaaan.......saya begitu senang dan terkejut setelah membaca tweet dari BeasiswaIndo, tweet yg tertulis disitu adalah “student exchange ke KOREA, ayo daftar!” Oh My Godness! ini kan khayalan saya beberapa hari yg lalu. Tanpa banyak cingcong saya langsung update twitter ke excited-an saya tentang student exchange ke korea. Seperti sebuah doa yg dijawab oleh Allah dalam beberapa malam saja. Demi apapun, beberapa hari yg lalu saya sempat berkhayal, saya student exchange ke korea lalu, saya ditempatkan dirumah orang tua angkat yang baik dengan rumah khas korea, dan saya berteman baik dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya. Saya jalan-jalan ke kota nya, ke busan, makan-makanan korea, warung-warung dipinggir jalannya, aah saya merasa kalau Allah tau apa yg saya Khayalin. Tapi, saya teringat 1 hal yg menjadi modal utama kalau seseorang ingin student exchange LANCAR BER-BAHASA INGGRIS, sedangkan bahasa inggris saya amat sangat tidak bisa diharapkan. Saya pupus.

Meskipun saya tidak lancar berbahasa inggris tapi, mungkin masih ada harapan lain. Saya masih belum nyerah, saya coba buka link-nya, berharap masih ada syarat yg sesuai dengan kemampuan saya. Saya masih optimis.

Saya baca, baca lagi Admission Requirement. Saya lemes, saya nyerah. Bahkan syarat yg pertama itu adalah mahasiswa di bidang IT atau social science sedangkan saya, saya mahasiswa dibidang kesehatan, manajemen Rumah Sakit lebih tepatnya. Syarat yg udah pasti yaitu good command of written and spoken english :’(.

Sekali lagi, Mimpi ini belum menjadi nyata bukan tidak menjadi nyata. Saya yakin, saya hanya belum diberi kesempatan kesana, belum cukup usaha saya untuk menjadi mahasiswa, untuk menginjakan kaki disana, di negeri gingseng. Tapi, Allah tidak pernah tidur, Dia pasti mendengarkan harapan dan doa saya. SOMEDAY :)

Selasa, 14 Juni 2011

khatam

Khatam Al-qur’an, memang terdengar lucu jika ini terjadi pada mahasiswi berumur hampir 19 tahun, tapi memang ini benar terjadi pada saya. Seumur hidup selama hampir 19 tahun saya baru menamatkan Al-qur’an, tamat dari surat Al-fatihah sampai surat An’nas. Bukan karna saya seorang mualaf, bukan juga karna saya baru bisa mengaji tapi karna saya malas & ga ada niat. Memalukan memang tapi biar aja yang penting saya lega, senang, dan puas banget bisa menamatkan selama kurang lebih 9 bulan, waktu yang cukup lama untuk menamatkan Al-qur’an 30 Juz.

Sedikit cerita kenapa saya tiba-tiba bertekad untuk segera menamatkan Al-qur’an, gini ceritanya. Suatu hari di bulan Ramadhan seusai tadarusan diruang tengah dirumah Enek-Aki, saya nanya ke Umi (panggilan akrab ke tante) “mi, kalo misalnya kita ga pernah khatam Al-qur’an gimana?”, trus umi jawab “ya berarti kita orang yang lalai. Ha? LALAI? Saya ga mau jadi orang yang lalai maka, bertekadlah saya untuk segera mengkhatamkan Al-qur’an.

Sebenarnya, sewaktu SMA, saya pernah hampir khatam Al-qur’an. Bahkan mungkin hanya dalam waktu seminggu atau paling lama 2 minggu saya bisa khatam Al-qur’an. Saat pesantren Ramadhan, kami para murid kelas 3 SMA ditugaskan untuk membaca Al-qur’an sampai 20 Juz selama 4 hari jadi, dalam 1 hari minimal 5 Juz harus kami selesaikan. Hampir setiap waktu luang, kami gunakan untuk membaca Al-qur’an bahkan saat belajar pun kami curi-curi untuk baca Al-qur’an demi deadline di malam terakhir pesantren. Hari terakhir pesantren tiba dan, malam adalah waktu penyerahan deadline, penyerahannya bukan tertulis hanya kejujuran aja. Sayang banget waktu itu kalo ga salah saya cuma bisa menamatkan sampai 15 Juz aja.

Usai pesantren Ramadhan saya masih melanjutkan ngaji tapi,saat Ramadhan telah usai berhenti mengaji lah saya, ini mengapa saya baru bisa mengkhatamkan Al-qur’an.

Saya pernah mendengar kalimat seperti ini “Allah suka dengan orang yang Istiqomah dijalanNya walaupun itu sedikit-sedikit”. Karena itu, meskipun sekarang saya sudah khatam Al-qur’an tapi, Insyaallah saya akan terus membacanya meskipun saya sudah khatam untuk yang ke-2, ke-3, ke-4 bahkan sampai mati AMIN YA RABB.