Jumat, 30 November 2012

Passion....

Rasa bimbang seringkali muncul bagi mahasiwa baru lulus saat menjajaki dunia kerja. Bagi mahasiswa yang baru aja lulus pasti selalu punya rencana, target yang udah disusun sedemikan rupa. Cepat dapat pekerjaan, dapat pekerjaan yang sesuai pendidikan di bangku kuliah, dapat pekerjaan yang nyaman, dengan lingkungan yg mendukung, salary yang oke, bisa lanjut kuliah di luar negeri dan lain sebagainya. Tapi, semua itu belum tentu berjalan dengan mulus, justru di masa-masa inilah kita seperti dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup yang ternyata jauh dari apa yang udah kita rencanain. Saat itulah kita menjadi labil, seperti kembali mencari jati diri, akan kemanakah sebenarnya kita setelah lulus kuliah?. Kadang disaat kita menjalani pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan kuliah, kita malah merasa bosan, merasa stuck, pengen mencari sesuatu yg baru, dan pada akhirnya kita malah ga bisa menghasilkan sesuatu yg baik dalam pekerjaan itu, lalu apa yg harus kita lakukan? Passion. Bekerja sesuai dengan passion, sesuai dengan hati, sesuai dengan apa yang kita cintai, maka munculah sebuah kebahagiaan, semangat, sebuah prestasi.

Bicara soal passion, ada sebuah kalimat yg saya baca dari novel berjudul 23Epicentrum "just do what you love to do and the money will follow you". Saya setuju sama kalimat tersebut, meskipun memang uang adalah tujuan kita bekerja, tapi ga selamanya uang bisa ngebuat kita bekerja dengan nyaman. Bekerja itu juga butuh kepuasan dan kepuasan itu tidak hanya didapatkan dari uang, dan ingat bekerja itu ibadah, jadi lakukanlah ibadah itu dengan ikhlas, maka kita tidak hanya mendapatkan uang, tapi akan mendapatkan segalanya.

Saya memang bukan ahlinya jika bicara soal pekerjaan dan passion, ibaratnya saya ini masih pemula dalam dunia kerja dan jujur aja sampai saat ini pun saya masih mencari dimana sebenarnya passion saya?, mau kemana saya setelah ini? dan akan jadi apa saya kedepannya?, semua masih abu-abu. Saat semester akhir perkuliahan saya sudah merencanakan apa yg akan saya lakukan setelah lulus, sudah terekam semuanya di otak, tapi setelah dijalani semuanya keluar dari rencana. Oleh karna itu saat ini saya seperti kembali mencari jati diri, pekerjaan saya saat ini memang sesuai dengan bidang kuliah, tapi entah kenapa ada sesuatu yg setiap harinya mengganjal hati saya dan hanya tinggal menunggu titik jenuh dari dunia saya sekarang ini. Berangkat kerja menjadi hal yg berat dan pulang kerja menjadi hal yg sangat menyenangkan bagi saya saat ini, saya tau ini ga baik apalagi jika masih terus dijalanin, saya harus berhenti dan mencari sesuatu yg baru, yg tidak hanya bisa menghasilkan uang tapi juga prestasi, kesenangan, kenyamanan dan semangat.

Familiar dengan kalimat "let it flow"?, nah kalimat itu yg saya gunakan sebagai rumus hidup saya, tapi saya rasa saya salah. kenapa? semakin let it flow, justru semakin membuat kita ga berani melakukan sesuatu yg baru, sesuatu yg lebih menantang. Jadi, kita hanya bisa berada di "zona aman" ga berani untuk keluar dari situ. So, keluarlah dari zona aman, kerjakanlah sesuatu dengan hati, dengan cinta, dengan passion kalian. Ingat kerja itu ibadah, lakukanlah dengan ikhlas dengan sebaik-baiknya InsyaAllah kita akan diberikan yg terbaik juga, dan InsyaAllah saya juga akan memulainnya. Doakan saja yg terbaik kawan =)

Selasa, 30 Oktober 2012

Little Part of My life

Manusia itu ga boleh banyak mengeluh, kalo udah mulai mengeluh coba pikirkan aja apa yang udah kita dapatkan sampai saat ini. Seharusnya kita bisa lebih banyak bersyukur dibanding mengeluh, ya seharusnya. Tetapi pada kenyataannya tidak sedikit manusia yang banyak mengeluh dibanding bersyukur dengan apa yg telah dia dapatkan, termasuk saya sendiri. Akhir-akhir ini entah kenapa saya sering sekali mengeluh terutama soal pekerjaan. Bukan karena beban pekerjaan yang berat, bukan karna bermasalah dengan rekan-rekan kerjanya, bukan karna tekanan dari atasan atau apapun itu, tapi hanya karna passion dan kenyamanan dengan pekerjaannya aja yg belum ada.

Sudah 3 bulan saya bekerja, dan sampai saat ini saya masih belum merasa ini 'zona nyaman' saya. Papa menyarankan untuk mencari pekerjaan lain, tapi saya masih belum bisa resign secepat itu, masih banyak pertimbangan yang saya pikirkan. Saya masih belum tau sampai kapan saya merasa seperti ini, yang pasti kalau dalam jangka waktu yg panjang saya msh belum merasa nyaman, saya harus mencari sesuatu yg baru, sesuatu yg sesuai dengan passion , sesuatu yg menjadi 'zona nyaman' saya, sesuatu yg sesuai dengan hati dan kemampuan saya, sesuatu yg bisa membuat saya berkembang. 

Inilah dunia kerja yang sebenarnya, yang sedang saya alami sekarang. Kita terus mencari, mencari mungkin bahkan berkali-kali keluar masuk kerja hanya untuk mencapai apa yg menjadi tujuan kita sesungguhnya, mencari sesuatu yg benar-benar nyaman, baik dari pekerjaan itu sendiri, lingkungannya, dan salary of course. 



Kamis, 04 Oktober 2012

Pasar Malam

Siapa yang tidak tau pasar malam? saya yakin, hampir setiap orang tau pasar malam sekalipun dia belum pernah menginjakan kaki ke pasar malam. Pasar malam merupakan hiburan rakyat yang sampai saat ini masih tetap hidup dan cukup banyak juga peminatnya.

Bicara soal pasar malam, tadi sore sepulang kerja, saya melewati tanah lapang yang letaknya persis disebelah pasar tradisional. Tanah lapang tersebut adalah tempat yang sering sekali digunakan sebagai pasar malam, tapi sepertinya tanah lapang tersebut akan berubah menjadi rumah toko, atau mungkin perumahan, entahlah, tapi saya sangat menyayangkan jika tanah lapang yang ga seberapa luas tersebut dibangun pertokoan, supermarket atau bahkan perumahan.

Pasar malam termasuk sesuatu yang mudah ditemukan disekitar rumah saya, karna masih tersedia beberapa tanah lapang yang bisa digunakan, tapi akhir-akhir ini beberapa diantaranya sudah di'sulap' menjadi Town House dan Rumah Toko. Menyedihkan memang, mengingat hiburan rakyat itu masih banyak peminatnya.

Untuk safety, wahana yang ada di pasar malam bisa dibilang masih sangat minim baik bagi pengunjung maupun petugasnya sendiri. Contoh wahana ombak banyu, tau kan? itu lho wahana yang seperti tempat duduk melingkar yang menggantung, kemudian digerakan manual dengan tenaga para pekerjanya dan tanpa pengaman apapun kita terombang-ambing di kursi melingkar yang menggantung tersebut sambil tertawa dan sesekali teriak. Meskipun begitu, tidak sedikit orang yang ketagihan naik wahana tersebut.

Wahana ombak banyu yang 'sedikit mengerikan itu' menjadi ciri khas pasar malam, karena wahana tersebut seperti wahana 'wajib' yang harus ada di pasar malam. Selain ombak banyu, masih banyak lagi wahana yang biasanya ada dipasar malam yang juga menjadi ciri khas pasar malam antara lain, bianglala, carousel, rumah hantu, tong setan dan lain-lain. Ada lagi yang menjadi ciri khas dari pasar malam yaitu gulali atau bahasa kerennya cotton candy. Makan gulali sambil naik carousel atau bianglala bareng pasangan seperti di film-film sepertinya romantis yah :) oh ya! tapi jangan sekali-kali makan gulali sambil naik ombak banyu lho!

Seperti itulah sedikit gambaran tentang pasar malam, hiburan rakyat yang sederhana, murah, unik meskipun safety nya masih sangat minim, tapi cukup menghibur. Karena itulah, berharap masih ada lahan yang bisa digunakan untuk tempat pasar malam. Kalau semua lahan kosong sudah dibangun perumahan atau supermarket lalu, kemana para pekerja pasar malam itu harus mencari nafkah? dimana lagi bisa ditemukan hiburan rakyat dengan wahana yang unik, murah dan sederhana itu?.

Sabtu, 08 September 2012

Graduation....


Lagu 'Andaikan kau datang kembali' Ruth Sahanaya dilantunkan oleh wisudawati Vokasi dengan suara yang merdu, saat saya memasuki Balairung sore ini. Sudah sekitar 1 jam acara wisuda berlangsung tapi saya baru aja datang dan menduduki deretan kursi paling belakang, ya di acara wisuda pun saya masih sempat ngaret 1 jam hehe *mohon jangan dicontoh*.

**********

Time passes too fast. 

Dulu, 3 tahun yang lalu di tempat ini-Balairung-lagu Gaudeamus Igitur dilantunkan mengiringi kepergian rektor dan para guru besar dari panggung balirung. Dulu, di tempat ini para wisudawan/i yang cumlaude perwakilan fakultas naik keatas panggung, dan dengan bangganya diberikan selamat oleh rektor dan para guru besar serta dekan. Dulu, di tempat ini para maba dan wisudawan/i dengan rasa bangga dan terharu melantunkan mars-mars UI, para maba bangga karna sudah resmi menjadi mahasiswa UI, sedangkan para wisudawan/i bangga bisa lulus dan menjadi alumni UI. 

3 tahun yang lalu, yaah terasa begitu cepat bagi saya, dulu saya yang menjadi paduan suara mengiringi para wisudawan/i yang dengan bangganya memakai toga dan sekarang saya yang berada di posisi mereka. Senang, bangga, terharu, bersyukur bisa berada di tempat ini memakai toga datang bersama orang tua dan adik yang juga tak kalah bangganya. Diberi selamat oleh orang tua, sahabat, junior bener-bener luar biasa senangnya :)

3 tahun masa kuliah sudah saya lalui dengan teman-teman yang luar biasa. Senang, sedih, susah, mulai dari sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang bodoh, sesuatu yang penting sampai yang gak penting udah kita laliu selama 3 tahun ini. Masa-masa kuliah di Salemba, Cikini, Depok dengan suasana yang beda-beda sudah kita lalui. Semuanya. Apa kalian inget saat kita masih pulang malem saat kuliah di Salemba dan Cikini? kita menunggu bis, walau berdesakan kita masih bisa ketawa, bercanda didalam bis. Saat kita mau jalan-jalan ke menteng tapi gak jadi karna takut nyasar. Saat kita berwisata kuliner di Cikini dan gak taunya harga makanannya mahal. Saat kita bersusah-susah negrjain tugas-tugas dari dosen. Saat kita ada konflik karna beda pendapat. Saat kita nebeng istirahat dikosan terdekat hampir setiap pulang kuliah, dan masih banyak lagi.

Sudah 3 tahun ternyata, sekarang kita sudah jadi alumni, sudah ga sekelas lagi, sudah ga bisa bercanda ketawa bareng sesering dulu lagi. Sekarang kita sudah mulai menjalani hidup masing-masing, mencapai apa yang kita impikan. 3 tahun kedepan saat kita bekumpul lagi mungkin kita sudah bisa menjadi orang sukses, yang sudah bisa mencapai apa yang menjadi tujuan kita masing-masing, Insyaallah kawan! Dan mudah-mudah kita masih bisa menjalin silaturrahim ya kawan. Happy Graduation for us :')

Selasa, 14 Agustus 2012

10 years latter.......

Siang tadi adalah siang yang sakral buat saya, setelah seharian kemarin bimbang dengan isi kontrak kerja yang kurang lebih isinya menyatakan kalau ada ikatan dinas selama 2 tahun, dan selama itu pula saya sebagai karyawan baru tdk boleh resign, dan jika resign sebelum masa ikatan dinas berakhir akan dikenakan penalty. Membaca kontrak kerja seperti itu memebuat saya dan beberapa teman yang juga karyawan baru ragu untuk menandatangani kontrak kerja, akhirnya kami meminta waktu satu hari untuk dikonsultasikan dengan keluarga.

Beberapa teman mengeluh karena, palnning mereka adalah melanjutkan kuliah tahun dpn, begitu pun dengan saya. 2 tahun, itu adalah target maksimal saya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, dan rencana saya yaitu tahun depan udh bisa lanjut ekstensi FKM entah itu di UI atau swasta. Sebenarnya bisa aja diusahain kerja sambil kuliah, tapi saya ga yakin bisa dan sanggung untuk melakukan keduanya disaat yang bersamaan, mengingat sistim kerja saya shift. Seketika, rencana yang udah tersusun rapih di otak buyar begitu aja, rencana untuk bisa kerja diselingi les conversation selama setahun, lalu lanjut kuliah, lalu cari lowongan kerja di perusahaan besar, resign dr kerjaan lama, lulus sebagai S1 fkm, bisa bantu keluarga, dapet jodoh yang oke lahir batin dan hidup dengan bahagia. Happily ever after.

Hidup seperti di dunia dongeng seperti itu emang terasa begitu indaaah banget bahkan terlalu mudah untuk dibayangkan. Tapi, namanya hidup ga selalu berjalan mulus sesuai rencana, untuk mencapai happily ever after ga bisa instan, bahkan cerita dongeng cinderella sekalipun harus melalui masa-masa disiksa ibu dan saudara tiri sebelum akhirnya bertemu pangeran kaya plus tampan dan akhirnya happily ever after. 

Diperjalanan pulang kemarin sore, saya terus memikirkan hal itu, ikatan dinas 2 tahun yang memberatkan saya untuk bisa kuliah lagi dan mencari pekerjaan di perusahaan besar. Saya terus memikirkan sesuatu positif yang saya daptkan kalau saya menandatangani kontrak tersebut, 2 tahun, waktu yang ga sebentar dalam pikiran saya saat ini. Tapi, saya terus mencoba berpikir positif, saya mencoba tidak berpikir instan untuk bisa happily ever after. 2 tahun lagi umur saya pun masih cukup muda, 22 tahun, masih panjang perjalanan saya untuk bisa mencapai goal tsb. Seperti buku yang baru aja saya baca, dengan pengarang Iwan Setyawan, ia butuh waktu 10 tahun untuk bisa mecapai goal nya, 10 tahun buah hasil dari usaha yang keras, dari nol. Saya, bisa aja 10tahun lagi udah bisa mencapai goal tsb. Mungkin aja 10 thn lagi, saya udah mendapat gelar S1 fkm dan punya rencana untuk melanjutkan ke S2. Lalu saya sudah bekerja di perusahaan besar atau mungkin sudah memulai bisnis, sudah menikah dan punya 1 orang anak, sudah bisa membiayai orang tua pergi haji bahkan haji bersama orang tua dan suami, sudah menyelesaikan tugas membantu biaya kuliah sepupu-sepupu di jawa, sudah bisa menginjakan kaki di negara adikuasa, negara gingseng dan beberapa negara eropa lain. 

Semua itu memang cuma bayangan untuk 10 tahun kedepan aja, selagi bermimpi masih gratis apa salahnya untuk bisa bermimpi setinggin-tingginya. Tapi yang harus diingat semuanya perlu usaha, kerja keras, doa tanpa putus, dan semua itu tidak bisa didapakan secara instan. Maka dari itu setelah dipikirin mungkin ini pintu untuk menuju mimpi itu. Setelah dikonsultasikan dengan orang tua, Bismillah, dan siang tadi saya sudah menandatangani kotrak kerja tersebut. 2 tahun? insyaallah bisa dijalani dengan banyak manfaat :)

Sabtu, 04 Agustus 2012

Dunia Baru

Suatu kebiasaan yang baru, dengan pekerjaan yang baru, tempat yang baru, orang-orang yang baru, dan suasana yang baru pula. Hanya dibutuhkan adaptasi, proses yang harus dijalani dari nol agar terbiasa dengan semua hal yang baru tersebut. Hanya perlu menghilangkan sifat foya-foya, main-main, senang-senang, leyeh-leyeh dan mulai belajar, bekerja keras dan serius untuk fokus ke masa depan, masa depan yang udah tersusun dengan rapih di otak. Kerja keras, fokus, belajar dan terus belajar sesuatu yang baru, doa dan tinggalkan kebiasan-kebiasaan lama. Selamat datang dunia baru! dunia kerja. Semangaaaat yeaah \m/

Kamis, 19 Juli 2012

Galau

Malam ini penggalauan masal, seluruh umat muslim di indonesia galau karna hilal belum muncul, itu artinya puasa pun belum bisa ditentukan apakah tgl 20 atau 21. Tapi, bukan itu yang sedang mengganggu pikiran dan batin saya, saya galau bukan karena hilal belum muncul (terus kenapa diceritain han? *plak*), lalu kenapa saya galau? begini ceritanya.

Setelah sidang dan menyelesaikan TA, aktivitas saya selain 'leyeh-leyeh' dirumah yaitu mengapply lowongan pekerjaan via internet. Saya mengapply di dua rumah sakit di bekasi dan tiga rumah sakit di jakarta, singkat cerita, saya dapat panggilan pertama untuk interview di RS 'X' di bekasi. Setelah melalui tahap inteview, saya harus melalui dua tahap tes lagi sebelum akhirnya diterima jadi karyawan di RS tersebut, itu pun setelah ada kabar kalau saya lolos interview. Alhamdulillah saya lolos di tahap interview, sebenarnya kalau lolos tahap interview insyaallah dipastikan kita keterima jadi karyawan, tapi saya masih berharap ada panggilan lagi dari RS lain, hanya ingin membandingkan mana yang menurut saya lebih cocok baik dari gaji maupun posisinya. Karena posisi yang ditawarkan di RS 'X' mengharuskan bekerja secara shift, sedangkan saya lebih memilih untuk bekerja tanpa shift.

Mulai lah saya berdoa, terus berdoa untuk diberikan yang terbaik dan agar saya diberi kesempatan untuk dapat panggilan di RS lain sebelum saya bekerja di RS 'X'. Alhamdulillah, Allah memang Maha Mendengar doa umatNya, seminggu kemudian saya dapat telepon dari RS 'Y' yang berada di bekasi juga, untuk datang psikotes hari jumat jam 8 pagi. Doa saya benar-benar di jawab oleh Allah, saya sudah berencana jika di RS 'Y' tawaran kerjanya tidak shift maka saya akan pindah haluan. Namun tanpa disangka, keesokan harinya saya mendapat telepon dari RS 'X' untuk mengikuti screening test jam setengah 9 pagi dan ga bisa di undur ke hari lain. WHAT?

Saya bingung, saya galau, saya depresi, saya...saya...ga punya harapan hidup lagi (berlebihan! maaf). Lalu bagaimana jika ada dua kesempatan yang berbeda dan datang disaat yang besamaan?, intinya saya harus memilih, mana yang lebih prioritas. Ga salah yang bikin quote "Hidup itu memang sebuah pilihan".

Namun, ada satu hikmah yang saya ambil dari kejadian ini, sebenarnya Allah mendengarkan doa yang kita panjatkan, bahkan disadari atau tidak Dia juga mengabulkannya, tapi permasalahannya, sudahkah kita berdoa dengan detail? tidak setengah-setengah, tidak ambigu. Contohnya saya, setelah ditela'ah ternyata saya hanya berdoa untuk diberi peluang dapat panggilan di RS lain tanpa meminta agar jika peluang itu datang, tidak bersamaan dengan peluang lain.

Senin, 25 Juni 2012

Duapuluh tahun sudah....


Kepala dua alias 20 tahun.

duapuluh tahun sudah...sejak ruh saya ditiupkan Allah kedalam tubuh ini dan dilahirkan oleh seorang ibu yang luar biasa, dengan selamat tanpa kekurangan.

duapuluh tahun sudah...saya dibesarkan, dididik oleh kedua orang tua saya.

duapuluh tahun sudah...saya hidup dalam keluarga kecil ini, yang tidak berlebih tidak juga kurang.

duapuluh tahun sudah...saya menjadi kakak dari kedua adik saya.

duapuluh tahun sudah...saya dikelilingi oleh sahabat-sahabat terbaik.

duapuluh tahun sudah...saya diberikan nikmat yang tiada tara oleh-Nya, bahkan 1000 kata syukur pun ga akan cukup membalas semua yang telah Dia berikan. Semua. Semuanya selama duapuluh tahun ini.

duapuluh tahun sudah........

Senin, 11 Juni 2012

Yuk Wisata Kuliner!

Bicara soal kuliner, Indonesia termasuk negara yang mempunyai segudang kuliner yang beragam, disetiap daerah pasti mempunyai makanan khas daerahnya masing-masing. Salah satu contohnya rendang, makanan enak dari Sumatera Barat itu sudah dikenal sampai mancannegara. Sebenarnya masih buanyak lagi makanan Indonesia yang enak, unik hanya saja belum diketahui oleh banyak orang. 

Saya sekeluarga termasuk yang menyukai kuliner indonesia, dan biasanya jika sedang berada disuatu daerah kami menyicipi makanan khas disana. Nah! kali ini saya akan membahas tentang kuliner dari berbagai daerah yang pernah saya kunjungi dan saya cicipi. Oh ya, sebagian besar kuliner yang akan saya bahas ini berasal dari Jawa Tengah, kenapa? karena biasanya kami berburu kuliner saat pulang kampung, berhubung kampung saya di Jawa Tengah jadi wisata kuliner ini hanya seputaran Jawa Tengah dan sekitarnya aja yaa hehe.




Makanan ini namanya nasi jamblang, makanan khas Cirebon ini sebenarnya hampir sama dengan nasi kucing atau nasi angkringan yang lebih dulu kita kenal, karena keberadaanya sudah menjamur di Jakarta dan sekitarnya. Yang membedakan nasi kucing dengan nasi jamblang yaitu dari bungkus nasi yang memakai daun jamblang atau daun jati. Kalau dari segi porsi, nasi jamblang juga memiliki porsi yang mini sama dengan nasi kucing, begitupun dengan lauknya, yang terdiri dari paru goreng, ati ampela, tempe goreng/bacem dan semacamnya yang biasa ditemui di nasi kucing. Harga nasi jamblang ini ehm saya lupa-lupa ingat, tapi seingat saya tidak terlalu mahal, kisaran Rp2.000 ke atas. Oh ya, nasi jamblang yang saya singgahi ini berada di Cirebon (eerr...namanya juga makanan khas Cirebon) nama jalannya...sebenarnya saya lupa pokoknya berada dipinggir jalan raya, dindingnya berbatu bata merah tanpa cat, dan ternyata tempat nasi jamblang ini pernah masuk salah satu koran yang cukup ternama dan sudah berdiri sejak tahun ehm maaf lupa. Oke daripada makin ngaco gini, mending lanjut ke kuliner selanjutnya.
 

Nah! kalau makanan yang satu ini emang agak sedikit aneh, tapi percaya deh makanan ini seger banget, cocok dimakan sehabis hujan. Makanan ini bernama timlo (jangan berpikir kalau rumah makan ini punya grup pelawak timlo, tapi memang asli namanya timlo) berasal dari Solo. Timlo ini rekomendasi dari papa saya, dia tahu makanan ini dari salah satu koran langganan keluarga kami. Kebetulan koran tersebut merekomendasikan Timlo Sastro yang cukup terkenal di Solo, tepatnya berada di perempatan Pasar Gede Solo. Rumah makan ini emang ramai pengunjung, sampai-sampai beberapa pengunjung harus sabar menunggu giliran untuk mendapatkan tempat duduk. Pertama di kasih menunya saya masih ga tau seperti apa bentuknya tapi setelah tiba, waw! ternyata makanan ini hampir sama seperti soto, isinya yaitu suwiran daging ayam, ati-ampela, telur dan sosis solo (bukan seperti sosis pada umumnya, tapi lebih seperti risol tanpa isi). Dengan isi yang seperti itu pasti banyak yang berpikir kalau kuah timlo ini amis, ternyata tidak kawan! kuahnya ga butek dan ga bau amis, ini lah yang membuat Timlo Solo ini seger banget. Pokok'e Maknyos!


Bagi kalian yang kampungnya di Purwokerto atau sering lewat daerah Purwokerto dan sekitarnya, pasti ga asing sama makanan berkuah yang satu ini, Soto Sokaraja. Soto sokaraja ini banyak terdapat di pinggir jalan di Purwokerto, tapi maaf kawan saya ga tau nama jalannya (lagi-lagi). Suatu kali kami sekeluarga mampir ke rumah makan soto sokaraja ini, karena ga afdol setiap pulang kampung lewat tempat ini tapi ga pernah nyicipin. Soto ini ga jauh beda sama spesies-spesies (binatang kali) soto lainnya yang didalamnya terdapat daging ayam, tauge dan ditaburi kerupuk. Tapi ada yang berbeda dari soto ini pertama, tauge yang dipake bukan tauge yang biasa ada di pecel, tapi memakai kecambah, tau kan bedanya tauge yang biasa ada di pecel sama kecambah? ga tau? yasudah lah, karena saya juga ga bisa menjelaskan, yang jelas beda hehe. Kedua, kerupuk di soto ini memakai kerupuk pink, di setiap toko soto sokaraja kerupuk yang dipakai pasti kerupuk pink, saya ga tau alasannya apa, mungkin biar soto ini terlihat unyu kali yaa? entahlah. Terakhir, sambal yang digunakan yaitu sambal kacang, agak aneh memang, saya pribadi kurang cocok dengan soto ini karena sambalnya, tapi mungkin lidah saya aja yang aneh, karena saya terbiasa dengan sambal mentah kalau makan soto.


Mie Nyemek (saya tidak bermaksud membuat kalian jijik, tapi memang seperti ini namanya) banyak ditemukan di pinggir jalan daerah Banyumas, yang banyak ditemukan dan (mungkin) terkenal yaitu Mie Nyemek Bu Seto. Berawal dari rasa penasaran kami dengan jenis mie yang satu ini, singgahlah kami di Mie Nyemek Bu Seto, saya memesan mie kuahnya. Saat pesanan tiba kepulan asap dari mie yang baru aja diangkat dari wajan ini membuat air liur dan ingus saya mengalir kemudian saya tarik lagi, karena ga baik kalau sampai menetes hehe. Secara keseluruhan mie ini mirip seperti Bakmi Jawa, ada sayurannya, telur, suwiran ayam, udang (sepertinya) dan berkuah agak kental. Dari segi rasa mie nyemek ini masuk ke kategori top markotop versi saya sendiri hehe, tapi bener deh mie ini seger, gurih, not bad lah pokoknya.

Yaap begitulah wisata kuliner saya bersama keluarga, sebenarnya masih banyak lagi tempat tempat dengan ciri khas makanan daerah yang saya kunjungi, tapi karena saya pelupa dan emang ga mungkin saya bahas semuanya, jadi cukup 4 kuliner aja yang bisa saya ceritakan. Saya hanya bisa memberikan sedikit referensi tempat makan lainnya yang cukup dikenal dan pernah saya kunjungi antara lain Surya Kencana, Bogor, di tempat ini banyaaak berjejer makanan dari makanan khas bogor sampai martabak yang biasa dijumpai. Yang menjadi ciri khas makanan di Surya Kencana ini yaitu, hampir atau mungkin semua pedagang makanan disini masaknya menggunakan tungku dari kayu bakar, bukan kompor gas atau kompor minyak. Saya pribadi sih, suka sama makanan yang dimasak menggunakan kayu bakar, entah kenapa tapi menurut saya ada sensasi rasa tersendiri, atau mungkin dari aroma kayu bakarnya.

Nah! yang terakhir yaitu Jogjaaaa....kalau nyebut Jogja pasti makanan pertama yang terbesit adalah gudeg. Yap, gudeg emang makanan yang menjadi trade mark kota Jogja, tempat gudeg yang cukup dikenal wisatawan ga jauh dari keratonnya, masih berada di komplek Keraton Jogja. Di sepanjang jalan ini rumah makan gudeg tersedia mulai dari rumah makan yang kecil sampai yang terlihat mewah dan (mungkin) mahal, jadi kalian jangan takut ga kebagian tempat kalau rumah makan gudeg yang ingin kalian datangi penuh pengunjung, karena di sini dari ujung ke ujung semuanya rumah makan gudeg yang pastinya khas jogja dong.

Kalau Bandung? aaah jangan ditanya, siapa sih yang ga tau Bandung gudangnya makanan enak dan unik, jadi saya ga akan cerita, karna terlalu banyak makanan enak di kota kembang ini hehe.

Sampai sini aja wisata kuliner kita kali ini, nanti kalau saya mengunjungi kota-kota lain terlebih di luar Jawa Tengah dan Luar Pulau Jawa atau bahkan luar Indonesia (Amin), saya tidak segan-segan berbagi cerita dan referensi dengan kawan-kawan sekalian. Udah Kenyang kan sekarang? So, waktunya untuk tidur. Bye!

Minggu, 20 Mei 2012

Bogor, 19 Mei 2012


3 bulan telah berlalu, begitu banyak hal yang telah saya lakukan selama 3 bulan terakhir ini, ehm bisa dibilang 3 bulan yang cukup berat bagi saya. Mengapa? Karena saya harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, dengan aktivitas dan orang-orang baru pula. Selama 3 bulan lebih ini saya melakukan proses magang, proses yang harus dilalui di semester 6 demi memenuhi Tugas Akhir.


Bersama kelimabelas teman lainnya saya magang di RSAB HK, selama magang itulah saya bersama keempat teman (disini saya akan menyebut mereka dengan sebutan ‘sahibul slipi’ :P) memutuskan untuk ngekos disekitar RS, dengan harapan agar kami tidak terlambat datang, mengingat di RS tersebut jam masuk kerjanya yaitu jam 7 alasan lain agar kami tidak capek dan masih sempat mengerjakan semua laporan.


Di minggu pertama hingga minggu ketiga, saya masih mencoba beradaptasi dengan aktivitas baru, yaitu sebagai mahasiswa magang disebuah RS. Di minggu-minggu inilah saya terus saja mengeluh dan mengeluh, merasa bosan dan ingin kembali ke masa kuliah seperti biasa. Kemudian di minggu berikutnya, saya mulai terbiasa dengan aktivitas magang tapi saya mulai disibukan dengan laporan, laporan dan belum juga menemukan masalah yang akan saya angkat.

Selama saya mengalami kendala dalam pembuatan tugas akhir, saya terus saja berkeluh kesah dengan kelima teman saya. Saya termasuk orang yang tidak bisa menutupi apa yang saya rasakan, jadilah mereka (sahibul slipi) ‘kecipratan’ untuk denger semua cerita saya, entah itu masalah Tugas Akhir (TA) atau masalah orang di ruangan. Pernah suatu kali, saya stuck dengan isi TA, saya ga tau lagi harus nulis apa, dan di 2 minggu terakhir magang, isi TA masih terus direvisi pembimbing lapangan. Saat itulah saya drop, kesel dan merasa bodoh banget, saya yang udah ga tahan lagi menceritakan semuanya ke sahibul slipi dan seorang teman yang juga dekat dengan saya, Alhamdulillah setelah saya menceritakan semuanya dan mereka juga memberi saran, saya bisa tenang. Kemudian saya menyadari, setiap doa yang saya panjatkan ketika saya drop dan merasa sangat bodoh, sebenarnya Allah telah memberi jalan dan kemudahan melalui mereka, teman-teman yang selalu mendengar keluh kesah saya, ga peduli apa mereka bosan dengan keluhan-keluhan saya atau ngga, tapi mereka selalu mau membantu dan memberi solusi.


Kini, 3 bulan telah berlalu. Kami telah melewati masa-masa dimana harus mulai beradaptasi dengan kebiasaan yang baru, dengan orang-orang baru hingga kami mengenal mereka dan cukup dekat dengan orang-orang ditempat kami magang. Kami telah melewati masa dimana kami berkutat dengan tugas dan selama dikosan kami saling menguatkan untuk tidak tertidur, karena masih banyak tugas yang belum terselesaikan. Kami yang saling menguatkan ketika salah satu dari kami sakit. Kami yang selalu sibuk sms dan saling menelepon ketika jam istirahat untuk janjian ke kantin. Kami yang saling memberi ‘kode’ ketika ada dokter muda yang kece. Kami yang selalu berbagi cerita tentang kejadian yang terjadi di ruangan kami masing-masing.


Yap, semuanya berlangsung begitu cepat 3 bulan 2 minggu,tak terasa semuanya telah usai. Kami berlima belas telah melalui tahap presentasi yang Alhamdulillah berjalan dengan lancar, dan sekarang saya siap untuk melanjutkan langkah saya, menjalankan tujuan awal, membahagiakan orang tua. Satu hal lagi, saya senang menemukan teman, little family seperti sahibul slipi. You guys are rockin yeaaah \m/

XOXO ^3^


Rabu, 11 Januari 2012

Enek & Aki

Kalau ditanya apa arti nenek-kakek bagi saya?, maka jawaban saya “mereka orang kedua yang berperan dalam hidup saya setelah orang tua”. Saya berkata seperti itu karna mereka sangat berpengaruh dalam hidup saya, saya dekat dengan mereka terutama kakek-nenek dari mamah. Dari kecil saya sudah di asuh oleh mereka, saya sudah menginap dirumah mereka sejak saya berumur 1 tahun tanpa kedua orang tua saya, salah satu faktornya karna saya adalah cucu pertama bagi mereka.

Saat saya berumur 3 tahun, kami sekeluarga pindah rumah ke Cipinang, rumah enek-aki (sebutan nenek-kakek dalam bhs sunda), rumah kami tepat berada disebelah rumah mereka. Saya tumbuh dan besar disana bersama dengan enek-aki, sampai ketika saya duduk di bangku 6 SD, papa memutuskan untuk pindah rumah ke Bogor, rumah yang saya tempati saat ini, seluruh keluarga saya ikut pindah kecuali saya, saya masih bertahan di Cipinang karna harus menyelesaikan SD sampai lulus. Ternyata saat lulus, saya diterima di salah satu SMP negeri di dekat rumah enek, SMP yang memang saya inginkan, akhirnya saya memutuskan untuk tetap tinggal di Cipinang bersama enek-aki. Saya merasa kerasan tinggal disana meskipun mereka sangat protective. Mereka lah yang merawat saya selama saya tinggal disana, kalau sakit, aki-lah yang memberikan saya obat dan enek yang selalu membuatkan sarapan sebelum berangkat sekolah.

Setelah 4 tahun tinggal bersama mereka, saya memutuskan untuk kembali tinggal bersama keluarga, kumpul dengan mama, papa dan adik-adik saya, terlihat sedikit kesedihan dari wajah enek. Saya sempat kembali tinggal bersama mereka saat saya kuliah semester 1-semester 4, saat itu kampus saya masih berada di Salemba dan saat pindah kampus di Depok semester 4 akhir sampai sekarang, saya kembali lagi ke orang tua (hidup saya memang nomaden, labil hehe).

Pernah saya dengar dari mama, kalau aki ingin cucunya bisa masuk sekolah kedokteran atau keperawatan, dia ingin sekali ada salah satu cucunya yang meneruskan profesinya dulu, menjadi perawat atau apapun itu di bidang kesehatan. Meskipun kuliah saya bukan salah satu dari kedua jurusan itu, saya hanya seorang mahasiswi D3 Perumahsakitan, manajemen bukan pure di kesehatan tapi aki sudah cukup senang.

Sekarang mereka-enek,aki-sudah semakin tua, sering sakit-sakitan, keluar-masuk RS, sudah tidak seperti dulu lagi, enek sudah mulai pikun, jangankan untuk membuatkan sarapan, kadang dia saja sudah lupa dengan bumbu masakan. Mereka, orang yang berjasa dalam hidup saya, saya sangat berterimakasih kepada mereka karna telah mengurus saya selama saya tinggal bersama mereka, saya minta maaf karna saya selalu membuat khawatir karna pulang malem dll. Saya janji suatu saat nanti, saya akan meraih mimpi saya dan membuat kalian bangga dengan saya. saya ingin seperti itu, ingin sekali. Suatu saat nanti. Tunggu saja :)