Welcome to my blog! penulis blog amatiran yang hanya ingin berbagi pengalaman dan hal-hal yang dirasakan melalui sebuah tulisan :)
Jumat, 30 November 2012
Passion....
Bicara soal passion, ada sebuah kalimat yg saya baca dari novel berjudul 23Epicentrum "just do what you love to do and the money will follow you". Saya setuju sama kalimat tersebut, meskipun memang uang adalah tujuan kita bekerja, tapi ga selamanya uang bisa ngebuat kita bekerja dengan nyaman. Bekerja itu juga butuh kepuasan dan kepuasan itu tidak hanya didapatkan dari uang, dan ingat bekerja itu ibadah, jadi lakukanlah ibadah itu dengan ikhlas, maka kita tidak hanya mendapatkan uang, tapi akan mendapatkan segalanya.
Saya memang bukan ahlinya jika bicara soal pekerjaan dan passion, ibaratnya saya ini masih pemula dalam dunia kerja dan jujur aja sampai saat ini pun saya masih mencari dimana sebenarnya passion saya?, mau kemana saya setelah ini? dan akan jadi apa saya kedepannya?, semua masih abu-abu. Saat semester akhir perkuliahan saya sudah merencanakan apa yg akan saya lakukan setelah lulus, sudah terekam semuanya di otak, tapi setelah dijalani semuanya keluar dari rencana. Oleh karna itu saat ini saya seperti kembali mencari jati diri, pekerjaan saya saat ini memang sesuai dengan bidang kuliah, tapi entah kenapa ada sesuatu yg setiap harinya mengganjal hati saya dan hanya tinggal menunggu titik jenuh dari dunia saya sekarang ini. Berangkat kerja menjadi hal yg berat dan pulang kerja menjadi hal yg sangat menyenangkan bagi saya saat ini, saya tau ini ga baik apalagi jika masih terus dijalanin, saya harus berhenti dan mencari sesuatu yg baru, yg tidak hanya bisa menghasilkan uang tapi juga prestasi, kesenangan, kenyamanan dan semangat.
Familiar dengan kalimat "let it flow"?, nah kalimat itu yg saya gunakan sebagai rumus hidup saya, tapi saya rasa saya salah. kenapa? semakin let it flow, justru semakin membuat kita ga berani melakukan sesuatu yg baru, sesuatu yg lebih menantang. Jadi, kita hanya bisa berada di "zona aman" ga berani untuk keluar dari situ. So, keluarlah dari zona aman, kerjakanlah sesuatu dengan hati, dengan cinta, dengan passion kalian. Ingat kerja itu ibadah, lakukanlah dengan ikhlas dengan sebaik-baiknya InsyaAllah kita akan diberikan yg terbaik juga, dan InsyaAllah saya juga akan memulainnya. Doakan saja yg terbaik kawan =)
Selasa, 30 Oktober 2012
Little Part of My life
Kamis, 04 Oktober 2012
Pasar Malam
Bicara soal pasar malam, tadi sore sepulang kerja, saya melewati tanah lapang yang letaknya persis disebelah pasar tradisional. Tanah lapang tersebut adalah tempat yang sering sekali digunakan sebagai pasar malam, tapi sepertinya tanah lapang tersebut akan berubah menjadi rumah toko, atau mungkin perumahan, entahlah, tapi saya sangat menyayangkan jika tanah lapang yang ga seberapa luas tersebut dibangun pertokoan, supermarket atau bahkan perumahan.
Pasar malam termasuk sesuatu yang mudah ditemukan disekitar rumah saya, karna masih tersedia beberapa tanah lapang yang bisa digunakan, tapi akhir-akhir ini beberapa diantaranya sudah di'sulap' menjadi Town House dan Rumah Toko. Menyedihkan memang, mengingat hiburan rakyat itu masih banyak peminatnya.
Untuk safety, wahana yang ada di pasar malam bisa dibilang masih sangat minim baik bagi pengunjung maupun petugasnya sendiri. Contoh wahana ombak banyu, tau kan? itu lho wahana yang seperti tempat duduk melingkar yang menggantung, kemudian digerakan manual dengan tenaga para pekerjanya dan tanpa pengaman apapun kita terombang-ambing di kursi melingkar yang menggantung tersebut sambil tertawa dan sesekali teriak. Meskipun begitu, tidak sedikit orang yang ketagihan naik wahana tersebut.
Wahana ombak banyu yang 'sedikit mengerikan itu' menjadi ciri khas pasar malam, karena wahana tersebut seperti wahana 'wajib' yang harus ada di pasar malam. Selain ombak banyu, masih banyak lagi wahana yang biasanya ada dipasar malam yang juga menjadi ciri khas pasar malam antara lain, bianglala, carousel, rumah hantu, tong setan dan lain-lain. Ada lagi yang menjadi ciri khas dari pasar malam yaitu gulali atau bahasa kerennya cotton candy. Makan gulali sambil naik carousel atau bianglala bareng pasangan seperti di film-film sepertinya romantis yah :) oh ya! tapi jangan sekali-kali makan gulali sambil naik ombak banyu lho!
Seperti itulah sedikit gambaran tentang pasar malam, hiburan rakyat yang sederhana, murah, unik meskipun safety nya masih sangat minim, tapi cukup menghibur. Karena itulah, berharap masih ada lahan yang bisa digunakan untuk tempat pasar malam. Kalau semua lahan kosong sudah dibangun perumahan atau supermarket lalu, kemana para pekerja pasar malam itu harus mencari nafkah? dimana lagi bisa ditemukan hiburan rakyat dengan wahana yang unik, murah dan sederhana itu?.
Sabtu, 08 September 2012
Graduation....
![]() |
Selasa, 14 Agustus 2012
10 years latter.......
Sabtu, 04 Agustus 2012
Dunia Baru
Kamis, 19 Juli 2012
Galau
Setelah sidang dan menyelesaikan TA, aktivitas saya selain 'leyeh-leyeh' dirumah yaitu mengapply lowongan pekerjaan via internet. Saya mengapply di dua rumah sakit di bekasi dan tiga rumah sakit di jakarta, singkat cerita, saya dapat panggilan pertama untuk interview di RS 'X' di bekasi. Setelah melalui tahap inteview, saya harus melalui dua tahap tes lagi sebelum akhirnya diterima jadi karyawan di RS tersebut, itu pun setelah ada kabar kalau saya lolos interview. Alhamdulillah saya lolos di tahap interview, sebenarnya kalau lolos tahap interview insyaallah dipastikan kita keterima jadi karyawan, tapi saya masih berharap ada panggilan lagi dari RS lain, hanya ingin membandingkan mana yang menurut saya lebih cocok baik dari gaji maupun posisinya. Karena posisi yang ditawarkan di RS 'X' mengharuskan bekerja secara shift, sedangkan saya lebih memilih untuk bekerja tanpa shift.
Mulai lah saya berdoa, terus berdoa untuk diberikan yang terbaik dan agar saya diberi kesempatan untuk dapat panggilan di RS lain sebelum saya bekerja di RS 'X'. Alhamdulillah, Allah memang Maha Mendengar doa umatNya, seminggu kemudian saya dapat telepon dari RS 'Y' yang berada di bekasi juga, untuk datang psikotes hari jumat jam 8 pagi. Doa saya benar-benar di jawab oleh Allah, saya sudah berencana jika di RS 'Y' tawaran kerjanya tidak shift maka saya akan pindah haluan. Namun tanpa disangka, keesokan harinya saya mendapat telepon dari RS 'X' untuk mengikuti screening test jam setengah 9 pagi dan ga bisa di undur ke hari lain. WHAT?
Saya bingung, saya galau, saya depresi, saya...saya...ga punya harapan hidup lagi (berlebihan! maaf). Lalu bagaimana jika ada dua kesempatan yang berbeda dan datang disaat yang besamaan?, intinya saya harus memilih, mana yang lebih prioritas. Ga salah yang bikin quote "Hidup itu memang sebuah pilihan".
Namun, ada satu hikmah yang saya ambil dari kejadian ini, sebenarnya Allah mendengarkan doa yang kita panjatkan, bahkan disadari atau tidak Dia juga mengabulkannya, tapi permasalahannya, sudahkah kita berdoa dengan detail? tidak setengah-setengah, tidak ambigu. Contohnya saya, setelah ditela'ah ternyata saya hanya berdoa untuk diberi peluang dapat panggilan di RS lain tanpa meminta agar jika peluang itu datang, tidak bersamaan dengan peluang lain.
Senin, 25 Juni 2012
Duapuluh tahun sudah....
Kepala dua alias 20 tahun.
duapuluh tahun sudah...sejak ruh saya ditiupkan Allah kedalam tubuh ini dan dilahirkan oleh seorang ibu yang luar biasa, dengan selamat tanpa kekurangan.
duapuluh tahun sudah...saya dibesarkan, dididik oleh kedua orang tua saya.
duapuluh tahun sudah...saya hidup dalam keluarga kecil ini, yang tidak berlebih tidak juga kurang.
duapuluh tahun sudah...saya menjadi kakak dari kedua adik saya.
duapuluh tahun sudah...saya dikelilingi oleh sahabat-sahabat terbaik.
duapuluh tahun sudah...saya diberikan nikmat yang tiada tara oleh-Nya, bahkan 1000 kata syukur pun ga akan cukup membalas semua yang telah Dia berikan. Semua. Semuanya selama duapuluh tahun ini.
duapuluh tahun sudah........
Senin, 11 Juni 2012
Yuk Wisata Kuliner!
Nah! kalau makanan yang satu ini emang agak sedikit aneh, tapi percaya deh makanan ini seger banget, cocok dimakan sehabis hujan. Makanan ini bernama timlo (jangan berpikir kalau rumah makan ini punya grup pelawak timlo, tapi memang asli namanya timlo) berasal dari Solo. Timlo ini rekomendasi dari papa saya, dia tahu makanan ini dari salah satu koran langganan keluarga kami. Kebetulan koran tersebut merekomendasikan Timlo Sastro yang cukup terkenal di Solo, tepatnya berada di perempatan Pasar Gede Solo. Rumah makan ini emang ramai pengunjung, sampai-sampai beberapa pengunjung harus sabar menunggu giliran untuk mendapatkan tempat duduk. Pertama di kasih menunya saya masih ga tau seperti apa bentuknya tapi setelah tiba, waw! ternyata makanan ini hampir sama seperti soto, isinya yaitu suwiran daging ayam, ati-ampela, telur dan sosis solo (bukan seperti sosis pada umumnya, tapi lebih seperti risol tanpa isi). Dengan isi yang seperti itu pasti banyak yang berpikir kalau kuah timlo ini amis, ternyata tidak kawan! kuahnya ga butek dan ga bau amis, ini lah yang membuat Timlo Solo ini seger banget. Pokok'e Maknyos!Minggu, 20 Mei 2012
Rabu, 11 Januari 2012
Enek & Aki
Kalau ditanya apa arti nenek-kakek bagi saya?, maka jawaban saya “mereka orang kedua yang berperan dalam hidup saya setelah orang tua”. Saya berkata seperti itu karna mereka sangat berpengaruh dalam hidup saya, saya dekat dengan mereka terutama kakek-nenek dari mamah. Dari kecil saya sudah di asuh oleh mereka, saya sudah menginap dirumah mereka sejak saya berumur 1 tahun tanpa kedua orang tua saya, salah satu faktornya karna saya adalah cucu pertama bagi mereka.
Saat saya berumur 3 tahun, kami sekeluarga pindah rumah ke Cipinang, rumah enek-aki (sebutan nenek-kakek dalam bhs sunda), rumah kami tepat berada disebelah rumah mereka. Saya tumbuh dan besar disana bersama dengan enek-aki, sampai ketika saya duduk di bangku 6 SD, papa memutuskan untuk pindah rumah ke Bogor, rumah yang saya tempati saat ini, seluruh keluarga saya ikut pindah kecuali saya, saya masih bertahan di Cipinang karna harus menyelesaikan SD sampai lulus. Ternyata saat lulus, saya diterima di salah satu SMP negeri di dekat rumah enek, SMP yang memang saya inginkan, akhirnya saya memutuskan untuk tetap tinggal di Cipinang bersama enek-aki. Saya merasa kerasan tinggal disana meskipun mereka sangat protective. Mereka lah yang merawat saya selama saya tinggal disana, kalau sakit, aki-lah yang memberikan saya obat dan enek yang selalu membuatkan sarapan sebelum berangkat sekolah.
Setelah 4 tahun tinggal bersama mereka, saya memutuskan untuk kembali tinggal bersama keluarga, kumpul dengan mama, papa dan adik-adik saya, terlihat sedikit kesedihan dari wajah enek. Saya sempat kembali tinggal bersama mereka saat saya kuliah semester 1-semester 4, saat itu kampus saya masih berada di Salemba dan saat pindah kampus di Depok semester 4 akhir sampai sekarang, saya kembali lagi ke orang tua (hidup saya memang nomaden, labil hehe).
Pernah saya dengar dari mama, kalau aki ingin cucunya bisa masuk sekolah kedokteran atau keperawatan, dia ingin sekali ada salah satu cucunya yang meneruskan profesinya dulu, menjadi perawat atau apapun itu di bidang kesehatan. Meskipun kuliah saya bukan salah satu dari kedua jurusan itu, saya hanya seorang mahasiswi D3 Perumahsakitan, manajemen bukan pure di kesehatan tapi aki sudah cukup senang.
Sekarang mereka-enek,aki-sudah semakin tua, sering sakit-sakitan, keluar-masuk RS, sudah tidak seperti dulu lagi, enek sudah mulai pikun, jangankan untuk membuatkan sarapan, kadang dia saja sudah lupa dengan bumbu masakan. Mereka, orang yang berjasa dalam hidup saya, saya sangat berterimakasih kepada mereka karna telah mengurus saya selama saya tinggal bersama mereka, saya minta maaf karna saya selalu membuat khawatir karna pulang malem dll. Saya janji suatu saat nanti, saya akan meraih mimpi saya dan membuat kalian bangga dengan saya. saya ingin seperti itu, ingin sekali. Suatu saat nanti. Tunggu saja :)





