Jumat, 02 September 2016

Obat anti galau (?)

Galau. Kata yang lagi ngehits diucapin di jaman sekarang ini kalau menurut kamus besar bahasa indonesia galau/bergalau itu artinya sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran). Dari sekian arti galau, yang lebih sering kita pahami yaitu yg artinya kacau tidak keruan (pikiran), eh kok jadi sok teoritis gini yaa hehe. Sebenernya sih saya Cuma mau cerita aja, gimana cara saya menghadapi jika galau melanda hati dan pikiran tsaailaaah hahaha.

Bagi kalian yang sering merasakan galau, lalu kalian merenungi kegalauan dengan dengerin lagu2 selow melow yang bikin makin galau atau kalian curhat di semua medsos berharap follower2/viewer kalian ikut merasakan apa yang kalian rasakan, itu semua (kalo bagi saya) tidak akan membuat perasaan dan pikiran saya lebih baik lebih tenang.  Tidak sama sekali. Lalu apa yang membuat hati saya lebih tenang? Sholat. Iya serius deh ini, bukan maksud sok-sok jadi agamis, alim atau apapun itu, tapi ini beneran ampuh buat saya kalo lagi galau, resah pengen nangis, punya masalah tapi ga bisa cerita ke siapapun, ini hal yang saya lakukan (tentunya pas lagi ga datang tamu bulanan yaa). Terkadang ada beberapa hal yang membuat perasaan saya ga tenang atau sedih tapi ga bisa diceritakan ke siapa pun termasuk orang tua dan sahabat saya, nah kalo begini biasanya saya bisa curhat abis2an selepas sholat, kadang nangis, meminta pada-Nya yang Maha Penguasa. Setelahnya perasaan saya jauh lebih tenang. Menurut saya ini lebih baik ketimbang gembar-gembor curhat di medsos, meskipun ini curhat satu arah tapi kalo kalian yakin pada-Nya, percayalah kalian akan jauh lebih baik.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Welcome Back

Holaaaa!!!!! I’m back yeaaaay *prook..proook...proook* clap ur hand hihihi, ternyata udah lama juga yaah saya vakum dari blog ini sekitar 2,5 tahun. Sudah banyaaak hal yang saya lewati selama 2,5 tahun ini, hal menyenangkan, hal menyedihkan bahkan duka. Oh ya! Di postingan terakhir blog ini saya masih kuliah ekstensi masih berasa lah capek-capeknya pulang malem terus, ngerjain tugas demi tugas, paginya mesti kerja lagi, dan alhamdulillah akhirnya Februari 2016 lalu saya telah dinyatakan lulus, daaaaan itu bukan perjuangan yang mudah kawan setelah melewati halang rintang, hujan badai, mendaki gunung lewati lembah (halah apa sih hihi) saya bisa lulus juga dengan predikat eehhm Alhamdulillah lah pokoknya (menurut saya pribadi) hehe. Sayangnya kebahagiaan saya ini ga bisa diceritakan ke Aki, kakek saya, yang sepertinya di postingan terdahulu saya pernah menulis tentang mereka, Aki dan Ene. Aki telah meninggalkan kami sekeluarga pada akhir 2014 lalu, sedihnya dimana dulu saya pernah berharap kelak ketika saya menikah nanti masih bisa didampingi Aki dan Ene. 

Masih banyak hal lagi yang telah berubah selama 2,5 tahun terakhir ini, oh ya! Tapi ada sih yang belum berubah dari dulu sampe sekarang iyaa sekarang yaituu saya (ternyata) masih bekerja di RS Hermina dan masih jomblo. Sudah sudah kawan kalian ga perlu mengasihani saya, uuumm eh atau kalian malah mentertawakan saya (?).

Yaaa yaa disamping ke-jomblo-an saya itu seharusnya sih saya punya banyak waktu luang untuk bisa menulis di blog ini, yah itung-itung buat mengasah tulisan ala-ala saya hihi. Semoga aja saya bisa aktif bahkan lebih aktif lagi menulis di blog ini, meskipun entahlah tulisannya sesuka-suka hati dan mood saya, biarin lah yaa namanya juga blog sendiri, nulis sendiri, baca sendiri, seneng sendiri hehehe.

Senin, 20 Januari 2014

saya bukan orang yang puitis, bukan orang romantis yang mudah mengutarakan perasaan sayang kepada orang, termasuk kepada orang yang paling penting di hidup saya, mama.

dua puluh satu tahun, usia yang seharusnya sudah bisa hidup mandiri yang seharusnya sudah tidak lagi menyusahkan, yang seharusnya saya sudah menjadi anak yang bisa bikin mama bangga, tapi saya belum. belum sepenuhnya mandiri, belum bisa membuat mama bangga, belum bisa membalas pengorbanan mama. ya pengorbanan, terjaga sampai larut malam menunggu saya pulang kuliah, terbangun, membuatkan air panas untuk mandi dan menyiapkan sarapan saat kami, anak-anak, masih tertidur. masih mau mendengar cerita-cerita saya di tempat kerja di tempat kuliah, kapanpun. masih mau menemani saya kemanapun, masih terus mendoakan kami dalam shalat, mendoakan yang terbaik untuk kami, masa depan kami, anak-anaknya. telalu banyak hal yang sudah mama lakukan buat saya.

saya janji, saya akan terus berusaha menjadi anak yang baik, anak yang bisa jaga nama baik mama nama baik keluarga, anak yang bisa menjadi apa yang mama harapkan, insyaallah...

with love,
Hana