Rabu, 27 April 2011

Welcome Depok! Welcome new vokasi building!

Tanggal 26 April kemarin adalah hari pertama saya menginjakan kaki di gedung vokasi yg baru, di Depok. Anak vokasi memang akan disatukan di satu gedung yg sama, saya dan teman2 perumahsakitan sudah mengetahuinya sejak beberapa bulan yg lalu tapi..betapa terkejutnya saya setelah mengetahui ternyata baru anak perumahsakitan aja yg pindah ke gedung baru.

Hidup saya seperti orang di jaman purba, hidup nomaden. Pertama, saat semester 1-2 saya kuliah di Salemba. Kedua, saat semester 3-4 saya kuliah di Cikini. Dari semester 1-4 saya tinggal dirumah ene’ di Cipinang. Terakhir saya kuliah di Depok sampai selesai dan saya harus pindah lagi ke rumah orang tua saya di vila nusa indah.

Hari pertama kuliah di Depok sangat sangat berkesan, saya mencoba berangkat naik motor dengan rekan se-motor saya dari SMA, Vedhia. Ini kali pertamanya saya mengendarai motor sejauh ini dengan jarak kurang-lebih 20-25 km. Berangkat dari rumah sekitar jam 07.15, saya yakin berangkat jam segitu dipastikan telat. Yap bener aja baru sampai Jalan baru waktu udh menunjukan pukul 08.00 wew, dan sampai di kampus pukul 08.20. saya merasa telat akhirnya masuk ke gedung setengah lari ternyata saat tiba dikelas dosen belum datang. Udah jam 09.00 dosen belum juga nongol. Akhirnya saya dan teman2 main2 ke lantai 6 dan ke rooftopnya dan kami berfoto-foto ria hehe. Kami turun lagi ke lantai 1, keluar lift dan ngeliat temen2 lain pada peke tas dan jalan keluar gedung, ternyata eh ternyata dosennya ga dateng, iih pinter bgt sih, Cuma 1 mata kuliah 1 sesi dan ga dateng pula dosennya ? PINTER. Lebih menyenangkannya lagi, karna tadi vedhia rela berangkat pagi padahal dia masuk jam 10.00 untuk nemenin saya diperjalanan jadi, saya harus rela menunggu vedhia pulang kuliah jam 04.00 sore, saya pikir2 lagi ini sama aja kaya saya nganterin vedhia, nunggu, dan jemput dia -____- (sigh). Saya memutuskan untuk nunggu di kosan temen di pocin. Tepat jam 04.00 sore saya dan vedhia pulang, belum jauh keluar pocin hujan mulai turun, kami berteduh karna vedhia lupa bawa jas ujan. 1 jam kemudian hujan mulai agak reda, kami nekat untuk jalan. Sampai di Jalan baru hujan kembali deras, kami mencari tempat berteduh. Saat itu hari sudahmenunjukan pukul 05.15 dan hujan belum juga reda, akhirnya kami lanjut jalan lagi menerobos derasnya hujan. Sampai rumah saya basah kuyup. Betapa berkesannya hari pertama di Depok.

Setidaknya saya masih bersyukur esoknya saya masih sehat walafiat padahal saya hujan2an dari Depok sampai rumah. Terima kasih banyak ya Allah.

Sabtu, 16 April 2011

buah bau kaki

Durian. Entah kenapa gw suka banget sama buah yang satu ini, bau yang menyengat, rasa yang legit dan lumer di mulut bikin ketagihan. Ga sedikit pula yang ga suka sama buah ini termasuk tante dan beberapa teman gw karna alasan baunya lah, pusing, alergi daaan macam-macam. Bahkan gw ingat betul kata-kata di film eat, pray, love si pria(namanya gw lupa)bicara ke Julia Robert yang saat itu sedang berada di pasar tradisional di Bali, kalau buah ini(durian) baunya seperti bau kaki. What? Bau kaki? Oh Tuhan ini salah satu buah ciptaanMu yang lezat tapi kenapa dibilang bau kaki?.

Gw memang suka buah durian tapi ga hobby banget yang bisa makan sampai berbutir-butir, paling gw hanya sangup menghabiskan 2-3 buah.

masih berhubungan dengan kata-kata gw diatas , kali ini gw mau cerita-lebih tepatnya pamer- finally gw kesampean juga makan durian yeaah ! norak Haha. Gini ceritanya. Siang tadi gw dan bi ning-tante-disuruh belanja bulanan ke tip-top rawamangun. Setelah melewati rel kereta ga jauh dari situ terlihatlah beberapa mobil pick-up yang membwa durian parkir dipinggir jalan dan ada tulisan Rp 5000-, sontak gw langsung bilang sama bi ning kalau ada durian yang harganya 5000, bi ning langsung ngomong “yaudah ntar pulangnya kalo masih ada kembalian belanja kita mampir aja” asiik! kesampean juga.

Sepulang dari tip-top kami langsung meluncur menuju tempat durian tadi. Yah dan nyatanya kami membeli durian yang harga 10rb bukan 5rb, duriannya kecil tapi rasanya legit banget dan isinya juga banyak. Puas makan 3 buah durian dengan perut lumayan penuh, mulut dan tangan bau durian kami pun pulang kerumah dan sampai dengan selamat.



Minggu, 10 April 2011

semua karna omegle

Bagaimana orang seperti saya yang kemampuan bahasa inggrisnya sangat minim, bahkan kacau, bisa berhubungan dengan orang luar (bule)?,mungkin terdengar sedikit norak tapi, yaa jujur ini pengalaman pertama saya dan, semua itu berawal dari situs chatting bernama omegle.

Awalnya saya mengetahui situs itu dari eby, adik saya yang paling kecil, waktu itu dia meminjam netbook saya buat internetan. Saya pikir dia sedang asyik facebookan tapi, saat dia pergi karna disuruh mama, saya langsung ambil alih netbook, dan ternyata dia bukan facebookan melainkan chatting, tapi yang aneh dia chatting menggunakan bahasa inggris. Saat Eby balik, saya menanyakan tentang situs chatting tersebut, dia bilang itu situs chatting dengan orang2 luar dan dia dapat alamat web-nya dari temannya. Waw, segitu gaulnya-kah adik saya yang baru berumur 10 thn atau segitu cupu-kah saya yang sudah berumur 19 thn tapi baru tau situs ini.

Karena penasaran saya pun mencoba chatting. Ternyata chatting di omegle ini tidak harus membuat account terlebih dahulu, jadi identitas kita sama sekali tidak diketahui oleh teman chatting kita dan yang chatting dengan kita dipilihnya secara random. Dengan kemampuan intoduce, saya berhasil chatting dengan beberapa orang dari berbagai negara, meskipun tak sedikit yang mengeluarkan kata2 sex tapi, saya abaikan saja orang2 macam itu.

Saya benar2 ketagihan main omeglean. Sampai keesokannya, sebelum saya berangkat kuliah saya menyempatkan untuk omeglean.

(Sebelumnya saya beritahukan kalau selama chatting ini saya ga tau apakah saya menggunakan bhs.inggris yg baik dan benar atau tidak, tapi saya rasa tidak. Untuk itu pada awal perbincangan saya sudah bilang “i’m sorry my english so bad”)

Setelah beberapa kali chatting saya mendapatkan seseorang yang menurut saya sopan, dia lelaki yang katanya berusia 21 tahun berasal dari New York. Sopan karna sepanjang pembicaraan dia tidak mengeluarkan kata2 “sex” atau kata2 yang “menjurus”, dia berbicara tentang musik, meskipun kebanyakan penyanyi/band favorit dia tidak familiar ditelinga saya, jenis musik yang dia suka acoustic dan folk seperti copeland, elliot adams atau apalah namanya (saya juga sudah lupa). Sampai pada akhirnya dia meminta saya menunjukan salah satu foto saya begitupun dengan saya dan, dia minta id msn atau myspace tapi, berhubung saya tidak mempunyai keduanya dan saat saya tanya dia juga tidak mempunyai twitter dan facebook akhirnya kita bertukar id Yahoo Messenger.

Obrolan kita berlanjut di YM, daaan saudara2 akhirnya dia mengeluarkan kalimat seperti ini (saya translate ke bhs.indonesia) “hm sepertinya kamu harus banyak belajar bahasa inggris..”. JLEEP. Telan ludah, dikeluarin dan ditelan lagi. Dalam hati saya berkata “saya butuh guru bahasa inggris yang bisa mengajarkan saya berbahsa inggris dalam waktu singkat, saya butuuuh...”. apa boleh buat saat itu saya hanya bisa berkata “ya memang, mungkin kamu bisa mengajarkan saya? Haha”, dia bilang “yes of course” yiipi.

Esok harinya kami Ym-an lagi, dia masih membicarakan penyanyi, band dan musik favoritnya dan bla..blaa..blaa. sampai waktu itu dia berkata seperti ini

Dia : “maybe we can have half indonesia and half white babies”

Saya: “hahaha :D” (sebenarnya saya kurang paham apa yang dia maksud, tapi ko’ saya jadi geer ya?)

Dia : “yes or no?”

Saya: “maybe haha”

Dia: “it sound like a plan”

Sebenarnya saya ga begitu paham maksudnya apa, tapi saya jadi senyum2 sendiri bacanya hehe.

Seminggu kemudian setelah saya vakum berinternetan dikarenakan UTS, akhirnya saya mulai berselancar lagi didunia maya termasuk YM, saya berharap bisa chatting lagi denga si bule dan benar aja dia sedang online yeeey. Saya mencoba menyapa duluan

Saya: “hai mike :D”

(10 menit kemudian) tak ada balasan

(1 jam kemudian) tak ada balasan juga :(

Saya tidak tau apakah dia sudah tidak mau berbincang2 dengan saya lagi karna saya ga pernah nyambung jika bicara soal musik dengan dia?, atau karna dia capek mencerna bhs.inggris saya yang buruk saat saya bicara dengan dia?. Entahlah, yang pasti saya berharap kita masih bisa berhubungan didunia maya dan berbincang menggunakan bhs.inggris yang secara tidak langsung saya belajar bhs.inggris dengannya, dan berharap dia bisa menjadi guide saya saat saya menginjakan kaki di New York suatu saat nanti AMIN.

Minggu, 03 April 2011

bike for health

Kalau yang belum tau atau ingin tau hobby gw (ehm sorry gw tau ini ga penting dan ga ada yg mau tau jg ya kan?) selain nonton, travelling, kuliner hobby gw yg lain adalah bersepeda, yap bersepeda. Sangat suka sekali bersepeda di pagi hari atau sore hari, keliling komplek, kampung atau kampus. Seperti saat gw survey ke UI untuk cari kosan buat ospek. Gw liat jalur sepeda yg baru jadi dan gw langsung punya rencana kalau nanti ospek gw mau puterin kampus naik sepeda, gw puas-puasin bersepeda sebelum masa ospek berakhir, karna gw tau nantinya gw bakal jarang ke depok karna kampus gw di salemba.

Belakangan bersepeda kembali hits dikalangan anak, muda dan tua. Keluarga dan para tetangga juga lagi addict banget bersepeda, minggu kemarin aja para bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anaknya bersepeda sore ke kampung belakang komplek, katanya sih, di kampung itu ada track sepeda yg dibikin sama komunitas sepeda dan sudah cukup terkenal dikalangan komunitas sepeda. Papa dan eby (adik gw) serta para tetangga mencoba bersepeda melawati jalur tersebut dan hoalaaa mereka bilang tempatnya enak, pemandangannya jg bagus, sayang gw ga ikut karna keterbatasan sepeda. Papa yang baik hati akhirnya berjanji mengajak gw kesana minggu depan yeeey.

Sabtu, 02 april 2011 (16.00 WIB)

Saatnya papa menepati janjinya :D. Gw, papa dan uki bersiap-siap untuk bersepeda ria. Rute kami adalah kebelakang komplek yg dipinggir kali lalu melewati jembatan gantung, melewati rumah-rumah warga, jalannya memang sebagian tanah dan gw ga ngebayangin gimana kalo lewat sini setelah hujan. Kami menelusuri kampung-kampung, rumah-rumah dan waaaa ini dia pemandangan yg ditunggu-tunggu










Berakhirlah perjalanan bersepeda gw mengelilngi kampung jati asih. 1 jam lebih bersepeda, lewat jalan setapak, jalan terjal, menurun, menanjak, bebatuan dan dipenutup perjalanan kami melewati sebuah rumah yg sedang mengadakan hajatan-pernikahan-dengan diiringi dangdutan asooy :)

1 jam kemudian...........belum berasa apa-apa
2 jam....
3 jam....
4 jam....
5 jam kemudian....
huaaaa paha gw berasa rontok, ternyata efeknya berasa setelah 5 jam kemudian dan, tidur pun menjadi sangat tidak nyaman, poor me :(