Welcome to my blog! penulis blog amatiran yang hanya ingin berbagi pengalaman dan hal-hal yang dirasakan melalui sebuah tulisan :)
Senin, 25 Juni 2012
Duapuluh tahun sudah....
Kepala dua alias 20 tahun.
duapuluh tahun sudah...sejak ruh saya ditiupkan Allah kedalam tubuh ini dan dilahirkan oleh seorang ibu yang luar biasa, dengan selamat tanpa kekurangan.
duapuluh tahun sudah...saya dibesarkan, dididik oleh kedua orang tua saya.
duapuluh tahun sudah...saya hidup dalam keluarga kecil ini, yang tidak berlebih tidak juga kurang.
duapuluh tahun sudah...saya menjadi kakak dari kedua adik saya.
duapuluh tahun sudah...saya dikelilingi oleh sahabat-sahabat terbaik.
duapuluh tahun sudah...saya diberikan nikmat yang tiada tara oleh-Nya, bahkan 1000 kata syukur pun ga akan cukup membalas semua yang telah Dia berikan. Semua. Semuanya selama duapuluh tahun ini.
duapuluh tahun sudah........
Senin, 11 Juni 2012
Yuk Wisata Kuliner!
Bicara soal kuliner, Indonesia termasuk negara yang mempunyai segudang kuliner yang beragam, disetiap daerah pasti mempunyai makanan khas daerahnya masing-masing. Salah satu contohnya rendang, makanan enak dari Sumatera Barat itu sudah dikenal sampai mancannegara. Sebenarnya masih buanyak lagi makanan Indonesia yang enak, unik hanya saja belum diketahui oleh banyak orang.
Saya sekeluarga termasuk yang menyukai kuliner indonesia, dan biasanya jika sedang berada disuatu daerah kami menyicipi makanan khas disana. Nah! kali ini saya akan membahas tentang kuliner dari berbagai daerah yang pernah saya kunjungi dan saya cicipi. Oh ya, sebagian besar kuliner yang akan saya bahas ini berasal dari Jawa Tengah, kenapa? karena biasanya kami berburu kuliner saat pulang kampung, berhubung kampung saya di Jawa Tengah jadi wisata kuliner ini hanya seputaran Jawa Tengah dan sekitarnya aja yaa hehe.
Makanan ini namanya nasi jamblang, makanan khas Cirebon ini sebenarnya hampir sama dengan nasi kucing atau nasi angkringan yang lebih dulu kita kenal, karena keberadaanya sudah menjamur di Jakarta dan sekitarnya. Yang membedakan nasi kucing dengan nasi jamblang yaitu dari bungkus nasi yang memakai daun jamblang atau daun jati. Kalau dari segi porsi, nasi jamblang juga memiliki porsi yang mini sama dengan nasi kucing, begitupun dengan lauknya, yang terdiri dari paru goreng, ati ampela, tempe goreng/bacem dan semacamnya yang biasa ditemui di nasi kucing. Harga nasi jamblang ini ehm saya lupa-lupa ingat, tapi seingat saya tidak terlalu mahal, kisaran Rp2.000 ke atas. Oh ya, nasi jamblang yang saya singgahi ini berada di Cirebon (eerr...namanya juga makanan khas Cirebon) nama jalannya...sebenarnya saya lupa pokoknya berada dipinggir jalan raya, dindingnya berbatu bata merah tanpa cat, dan ternyata tempat nasi jamblang ini pernah masuk salah satu koran yang cukup ternama dan sudah berdiri sejak tahun ehm maaf lupa. Oke daripada makin ngaco gini, mending lanjut ke kuliner selanjutnya.
Nah! kalau makanan yang satu ini emang agak sedikit aneh, tapi percaya deh makanan ini seger banget, cocok dimakan sehabis hujan. Makanan ini bernama timlo (jangan berpikir kalau rumah makan ini punya grup pelawak timlo, tapi memang asli namanya timlo) berasal dari Solo. Timlo ini rekomendasi dari papa saya, dia tahu makanan ini dari salah satu koran langganan keluarga kami. Kebetulan koran tersebut merekomendasikan Timlo Sastro yang cukup terkenal di Solo, tepatnya berada di perempatan Pasar Gede Solo. Rumah makan ini emang ramai pengunjung, sampai-sampai beberapa pengunjung harus sabar menunggu giliran untuk mendapatkan tempat duduk. Pertama di kasih menunya saya masih ga tau seperti apa bentuknya tapi setelah tiba, waw! ternyata makanan ini hampir sama seperti soto, isinya yaitu suwiran daging ayam, ati-ampela, telur dan sosis solo (bukan seperti sosis pada umumnya, tapi lebih seperti risol tanpa isi). Dengan isi yang seperti itu pasti banyak yang berpikir kalau kuah timlo ini amis, ternyata tidak kawan! kuahnya ga butek dan ga bau amis, ini lah yang membuat Timlo Solo ini seger banget. Pokok'e Maknyos!
Bagi kalian yang kampungnya di Purwokerto atau sering lewat daerah Purwokerto dan sekitarnya, pasti ga asing sama makanan berkuah yang satu ini, Soto Sokaraja. Soto sokaraja ini banyak terdapat di pinggir jalan di Purwokerto, tapi maaf kawan saya ga tau nama jalannya (lagi-lagi). Suatu kali kami sekeluarga mampir ke rumah makan soto sokaraja ini, karena ga afdol setiap pulang kampung lewat tempat ini tapi ga pernah nyicipin. Soto ini ga jauh beda sama spesies-spesies (binatang kali) soto lainnya yang didalamnya terdapat daging ayam, tauge dan ditaburi kerupuk. Tapi ada yang berbeda dari soto ini pertama, tauge yang dipake bukan tauge yang biasa ada di pecel, tapi memakai kecambah, tau kan bedanya tauge yang biasa ada di pecel sama kecambah? ga tau? yasudah lah, karena saya juga ga bisa menjelaskan, yang jelas beda hehe. Kedua, kerupuk di soto ini memakai kerupuk pink, di setiap toko soto sokaraja kerupuk yang dipakai pasti kerupuk pink, saya ga tau alasannya apa, mungkin biar soto ini terlihat unyu kali yaa? entahlah. Terakhir, sambal yang digunakan yaitu sambal kacang, agak aneh memang, saya pribadi kurang cocok dengan soto ini karena sambalnya, tapi mungkin lidah saya aja yang aneh, karena saya terbiasa dengan sambal mentah kalau makan soto.
Mie Nyemek (saya tidak bermaksud membuat kalian jijik, tapi memang seperti ini namanya) banyak ditemukan di pinggir jalan daerah Banyumas, yang banyak ditemukan dan (mungkin) terkenal yaitu Mie Nyemek Bu Seto. Berawal dari rasa penasaran kami dengan jenis mie yang satu ini, singgahlah kami di Mie Nyemek Bu Seto, saya memesan mie kuahnya. Saat pesanan tiba kepulan asap dari mie yang baru aja diangkat dari wajan ini membuat air liur dan ingus saya mengalir kemudian saya tarik lagi, karena ga baik kalau sampai menetes hehe. Secara keseluruhan mie ini mirip seperti Bakmi Jawa, ada sayurannya, telur, suwiran ayam, udang (sepertinya) dan berkuah agak kental. Dari segi rasa mie nyemek ini masuk ke kategori top markotop versi saya sendiri hehe, tapi bener deh mie ini seger, gurih, not bad lah pokoknya.
Yaap begitulah wisata kuliner saya bersama keluarga, sebenarnya masih banyak lagi tempat tempat dengan ciri khas makanan daerah yang saya kunjungi, tapi karena saya pelupa dan emang ga mungkin saya bahas semuanya, jadi cukup 4 kuliner aja yang bisa saya ceritakan. Saya hanya bisa memberikan sedikit referensi tempat makan lainnya yang cukup dikenal dan pernah saya kunjungi antara lain Surya Kencana, Bogor, di tempat ini banyaaak berjejer makanan dari makanan khas bogor sampai martabak yang biasa dijumpai. Yang menjadi ciri khas makanan di Surya Kencana ini yaitu, hampir atau mungkin semua pedagang makanan disini masaknya menggunakan tungku dari kayu bakar, bukan kompor gas atau kompor minyak. Saya pribadi sih, suka sama makanan yang dimasak menggunakan kayu bakar, entah kenapa tapi menurut saya ada sensasi rasa tersendiri, atau mungkin dari aroma kayu bakarnya.
Nah! yang terakhir yaitu Jogjaaaa....kalau nyebut Jogja pasti makanan pertama yang terbesit adalah gudeg. Yap, gudeg emang makanan yang menjadi trade mark kota Jogja, tempat gudeg yang cukup dikenal wisatawan ga jauh dari keratonnya, masih berada di komplek Keraton Jogja. Di sepanjang jalan ini rumah makan gudeg tersedia mulai dari rumah makan yang kecil sampai yang terlihat mewah dan (mungkin) mahal, jadi kalian jangan takut ga kebagian tempat kalau rumah makan gudeg yang ingin kalian datangi penuh pengunjung, karena di sini dari ujung ke ujung semuanya rumah makan gudeg yang pastinya khas jogja dong.
Kalau Bandung? aaah jangan ditanya, siapa sih yang ga tau Bandung gudangnya makanan enak dan unik, jadi saya ga akan cerita, karna terlalu banyak makanan enak di kota kembang ini hehe.
Sampai sini aja wisata kuliner kita kali ini, nanti kalau saya mengunjungi kota-kota lain terlebih di luar Jawa Tengah dan Luar Pulau Jawa atau bahkan luar Indonesia (Amin), saya tidak segan-segan berbagi cerita dan referensi dengan kawan-kawan sekalian. Udah Kenyang kan sekarang? So, waktunya untuk tidur. Bye!
Langganan:
Komentar (Atom)



