Malam ini penggalauan masal, seluruh umat muslim di indonesia galau karna hilal belum muncul, itu artinya puasa pun belum bisa ditentukan apakah tgl 20 atau 21. Tapi, bukan itu yang sedang mengganggu pikiran dan batin saya, saya galau bukan karena hilal belum muncul (terus kenapa diceritain han? *plak*), lalu kenapa saya galau? begini ceritanya.
Setelah sidang dan menyelesaikan TA, aktivitas saya selain 'leyeh-leyeh' dirumah yaitu mengapply lowongan pekerjaan via internet. Saya mengapply di dua rumah sakit di bekasi dan tiga rumah sakit di jakarta, singkat cerita, saya dapat panggilan pertama untuk interview di RS 'X' di bekasi. Setelah melalui tahap inteview, saya harus melalui dua tahap tes lagi sebelum akhirnya diterima jadi karyawan di RS tersebut, itu pun setelah ada kabar kalau saya lolos interview. Alhamdulillah saya lolos di tahap interview, sebenarnya kalau lolos tahap interview insyaallah dipastikan kita keterima jadi karyawan, tapi saya masih berharap ada panggilan lagi dari RS lain, hanya ingin membandingkan mana yang menurut saya lebih cocok baik dari gaji maupun posisinya. Karena posisi yang ditawarkan di RS 'X' mengharuskan bekerja secara shift, sedangkan saya lebih memilih untuk bekerja tanpa shift.
Mulai lah saya berdoa, terus berdoa untuk diberikan yang terbaik dan agar saya diberi kesempatan untuk dapat panggilan di RS lain sebelum saya bekerja di RS 'X'. Alhamdulillah, Allah memang Maha Mendengar doa umatNya, seminggu kemudian saya dapat telepon dari RS 'Y' yang berada di bekasi juga, untuk datang psikotes hari jumat jam 8 pagi. Doa saya benar-benar di jawab oleh Allah, saya sudah berencana jika di RS 'Y' tawaran kerjanya tidak shift maka saya akan pindah haluan. Namun tanpa disangka, keesokan harinya saya mendapat telepon dari RS 'X' untuk mengikuti screening test jam setengah 9 pagi dan ga bisa di undur ke hari lain. WHAT?
Saya bingung, saya galau, saya depresi, saya...saya...ga punya harapan hidup lagi (berlebihan! maaf). Lalu bagaimana jika ada dua kesempatan yang berbeda dan datang disaat yang besamaan?, intinya saya harus memilih, mana yang lebih prioritas. Ga salah yang bikin quote "Hidup itu memang sebuah pilihan".
Namun, ada satu hikmah yang saya ambil dari kejadian ini, sebenarnya Allah mendengarkan doa yang kita panjatkan, bahkan disadari atau tidak Dia juga mengabulkannya, tapi permasalahannya, sudahkah kita berdoa dengan detail? tidak setengah-setengah, tidak ambigu. Contohnya saya, setelah ditela'ah ternyata saya hanya berdoa untuk diberi peluang dapat panggilan di RS lain tanpa meminta agar jika peluang itu datang, tidak bersamaan dengan peluang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar