Bagaimana orang seperti saya yang kemampuan bahasa inggrisnya sangat minim, bahkan kacau, bisa berhubungan dengan orang luar (bule)?,mungkin terdengar sedikit norak tapi, yaa jujur ini pengalaman pertama saya dan, semua itu berawal dari situs chatting bernama omegle.
Awalnya saya mengetahui situs itu dari eby, adik saya yang paling kecil, waktu itu dia meminjam netbook saya buat internetan. Saya pikir dia sedang asyik facebookan tapi, saat dia pergi karna disuruh mama, saya langsung ambil alih netbook, dan ternyata dia bukan facebookan melainkan chatting, tapi yang aneh dia chatting menggunakan bahasa inggris. Saat Eby balik, saya menanyakan tentang situs chatting tersebut, dia bilang itu situs chatting dengan orang2 luar dan dia dapat alamat web-nya dari temannya. Waw, segitu gaulnya-kah adik saya yang baru berumur 10 thn atau segitu cupu-kah saya yang sudah berumur 19 thn tapi baru tau situs ini.
Karena penasaran saya pun mencoba chatting. Ternyata chatting di omegle ini tidak harus membuat account terlebih dahulu, jadi identitas kita sama sekali tidak diketahui oleh teman chatting kita dan yang chatting dengan kita dipilihnya secara random. Dengan kemampuan intoduce, saya berhasil chatting dengan beberapa orang dari berbagai negara, meskipun tak sedikit yang mengeluarkan kata2 sex tapi, saya abaikan saja orang2 macam itu.
Saya benar2 ketagihan main omeglean. Sampai keesokannya, sebelum saya berangkat kuliah saya menyempatkan untuk omeglean.
(Sebelumnya saya beritahukan kalau selama chatting ini saya ga tau apakah saya menggunakan bhs.inggris yg baik dan benar atau tidak, tapi saya rasa tidak. Untuk itu pada awal perbincangan saya sudah bilang “i’m sorry my english so bad”)
Setelah beberapa kali chatting saya mendapatkan seseorang yang menurut saya sopan, dia lelaki yang katanya berusia 21 tahun berasal dari New York. Sopan karna sepanjang pembicaraan dia tidak mengeluarkan kata2 “sex” atau kata2 yang “menjurus”, dia berbicara tentang musik, meskipun kebanyakan penyanyi/band favorit dia tidak familiar ditelinga saya, jenis musik yang dia suka acoustic dan folk seperti copeland, elliot adams atau apalah namanya (saya juga sudah lupa). Sampai pada akhirnya dia meminta saya menunjukan salah satu foto saya begitupun dengan saya dan, dia minta id msn atau myspace tapi, berhubung saya tidak mempunyai keduanya dan saat saya tanya dia juga tidak mempunyai twitter dan facebook akhirnya kita bertukar id Yahoo Messenger.
Obrolan kita berlanjut di YM, daaan saudara2 akhirnya dia mengeluarkan kalimat seperti ini (saya translate ke bhs.indonesia) “hm sepertinya kamu harus banyak belajar bahasa inggris..”. JLEEP. Telan ludah, dikeluarin dan ditelan lagi. Dalam hati saya berkata “saya butuh guru bahasa inggris yang bisa mengajarkan saya berbahsa inggris dalam waktu singkat, saya butuuuh...”. apa boleh buat saat itu saya hanya bisa berkata “ya memang, mungkin kamu bisa mengajarkan saya? Haha”, dia bilang “yes of course” yiipi.
Esok harinya kami Ym-an lagi, dia masih membicarakan penyanyi, band dan musik favoritnya dan bla..blaa..blaa. sampai waktu itu dia berkata seperti ini
Dia : “maybe we can have half indonesia and half white babies”
Saya: “hahaha :D” (sebenarnya saya kurang paham apa yang dia maksud, tapi ko’ saya jadi geer ya?)
Dia : “yes or no?”
Saya: “maybe haha”
Dia: “it sound like a plan”
Sebenarnya saya ga begitu paham maksudnya apa, tapi saya jadi senyum2 sendiri bacanya hehe.
Seminggu kemudian setelah saya vakum berinternetan dikarenakan UTS, akhirnya saya mulai berselancar lagi didunia maya termasuk YM, saya berharap bisa chatting lagi denga si bule dan benar aja dia sedang online yeeey. Saya mencoba menyapa duluan
Saya: “hai mike :D”
(10 menit kemudian) tak ada balasan
(1 jam kemudian) tak ada balasan juga :(
Saya tidak tau apakah dia sudah tidak mau berbincang2 dengan saya lagi karna saya ga pernah nyambung jika bicara soal musik dengan dia?, atau karna dia capek mencerna bhs.inggris saya yang buruk saat saya bicara dengan dia?. Entahlah, yang pasti saya berharap kita masih bisa berhubungan didunia maya dan berbincang menggunakan bhs.inggris yang secara tidak langsung saya belajar bhs.inggris dengannya, dan berharap dia bisa menjadi guide saya saat saya menginjakan kaki di New York suatu saat nanti AMIN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar